Untitled

Senyap.

Hanya bilah-bilah kipas kedengaran

berputar lemah,

Dingin malam ini walau renyai

sepanjang hari sudah berhenti

Malas –

segalanya rasa lambat berlalu.

Indah bila cuaca begini

Mata pun asyik mahu lena

melayan mimpi.

Lewat malam ini
Aku termenung lagi
Sekurun tidak menjengahmu
Bersawang bagai rumah berhantu.

Namun,
baris yang lama-lama itu masih lagi indah dibaca
masih lagi segar di mata
masih lagi mantap menggegar jiwa.

Mari sini aku tuliskan lagi
Baris-baris baru yang indah
Baris-baris penuh makna terserlah
Yang buang rasa gelisah
Biar dunia ini kembali segar, mekar dan terus menggegar.

Puisi Jiwa Yang Sesat

Bergetar hati membaca khabarmu
Entah apa yang silap
Kau dicanang sesat
Mengapa harus?
Dalam ribut bangkit jiwa Islami
Dalam pakatan sedunia ingin ditakluki
Tiba-tiba saja ditemukan
Jiwa sesat
Di sini,
Di tanah ini.

Anak muda,
Kembalilah.
Jalan itu masih terhampar untukmu.

(Note: Kebetulan tajuknya sama dengan satu profil di FB. Maaf, saya pinjam nama awak.)

Life As It Is

I have always convinced myself that I’m not going to be long with my lappy, but it turned out the other way round. And for how many times already. Now I’m stucked to it.

I fancy my new blog theme. Though darker than the usual, it actually represents myself. The old me. And my blog looks daring with orange and yellow here and there. A very cool combination.

Life these days is not so stressful. There are problems, worries… but they don’t bother me much and I am still in control of myself.

Happy? Yes. I am enjoying life as it is and I can’t wait for next Friday for a short trip to KL by myself, away from my kids. I do love them but somehow I enjoy having my own sweet time.

I now spend a lot of my time reading books that I borrow from the public library, trying to revive one of my old pastime. And I’m glad I have begun to have passion for reading once more.

Lina, thank you so much for introducing Goodreads to me. It’s really an excellent place to ‘keep’ all the books you love there!

Bisik-bisiklah Dikau

burung

Bisik-bisiklah padaku
Apa yang dikicau oleh burung-burung itu
Barangkali cerita tentang
Sarang barunya
Atau syukur pada-Nya rezeki
yang melimpah
Atau cerita tentang manisnya
Madu yang dihisap
Atau riang hati mereka
kerna siang yang menjelang
Atau gundahnya ketemu si pemikat burung!

Kicau mereka
cerita sehari-hari
Ada saja yang jadi bahan bualan
Menghibur hati di pagi hari
Terlupa sekejap resah di hati.

*Dinukilkan pada 2 Ogos 2011 dan dua baris terakhir pada hari ini.

Foto Kredit: Tipspetani